VI. Manusia dan
Cinta Kasih
A.
Pengertian Cinta Kasih
Cinta
adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau
sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau
cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih
dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai
dengan menaruh belas kasihan.
Perbedaan
antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
1.Cinta
bersifat manusiawi
2.Cinta
bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
3.Cinta
menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta
juga selalu menyatakan unsur - unsur dasar tertentu yaitu:
1.Pengasuhan,
contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
2.Tanggung
jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka rela.
3.Perhatian,
merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang
lain, agar mau membuka dirinya.
4.Pengenalan,
merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
B. Cinta Menurut Ajaran Agama
→ Dalam kitab suci Al-qur’an
terdapat berbagai bentuk cinta antara lain :
1. Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan
dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi
dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia juga mencintai segala sesuatu yang
mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya, ia membenci segala sesuatu yang
mendatangkan keburukan pada dirinya.
2. Cinta Kepada Sesama Manusia
Manusia harus membatasi cintanya pada
diri sendiri dan egoismenya agar dapat hidup dengan penuh keserasian dan
keharmonisan dengan manusia lainnya. Ia juga hendaknya menyeimbangkan cintanya
itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang lain, bekerja sama dan memberi
bantuan kepada orang lain. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang
beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka kepada diri sendiri.
Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan agar para mukmin tidak
berlebihan dalam mencintai diri sendiri.
3. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan
seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian
dan kerjasama antara suami istri. Islam menyerukan cinta seksual tersebut
dengan cara yang sah yaitu perkawinan.
4. Cinta Kebapakan
Cinta ini terjalin antara seorang bapak
dengan anak-anaknya yang merupakan sumber kebahagiaan, dan kegembiraan baginya,
sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan
peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah ia meninggal
dunia. Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh a.s.
Betapa cintanya ia kepada anaknya tampak jelas saat ia memanggilnya dengan
penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan untuk naik ke perahu agar
tidak tenggelam ditelan ombak.
5. Cinta Kepada Allah
Puncak cinta manusia yang paling bening,
jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya.
Tidak hanya dalam shalat, pujian dan doa saja, tetapi juga dalam semua tindakan
dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditunjukan kepada
Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.
“Katakanlah:”Jika
kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu”. Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS.Ali Imran,3:31)
6. Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada rasul menduduki peringkat
kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena rasul merupakan ideal sempurna
bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur
lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman pasti akan mencintai
Rasulullah dengan sepenuh hati, karena ialah yang telah berjuang dengan penuh
kesulitan sehingga Islam tersebar diseluruh penjuru dunia dan membawa manusia
dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.
C.
KASIH SAYANG
Menurut
kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta, kasih sayang adalah
perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Apabila
suatu hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka hal ini akan
menimbulkan perasaan yang lebh dewasa lagi dan juga menuntut agar suatu
hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut dengan
kasih sayang, mengasihi, atau saling menumpahkan kasih sayang.
D.
KEMESRAAN
Kemesraan
berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti
hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber
dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama
dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan
kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
·
Kemesraan
dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu
dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan
seksualitasnya kuat.
·
Kemesraan
dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan.
Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun
bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
·
Kemesraan
Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya.
Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
E.
Pemujaan
Pemujaan
berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa
– dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada
orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan YME. Pemujaan kepada Tuhan adalah
perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna
dari kehidupan yang sebenarnya.
Cara
Pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan
ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan
tempat komunikasi manusia dengan Tuhan. Berbagai seni sebagai manifestasi
pemujaan merupakan suatu tambahan tersendiri dalam terciptanya kehidupan yang
lebih indah.
F.
Belas Kasih
Belas
kasih(composian) adalah kebijakan satu dimana kapasitas emosional empati dan
simpati untuk penderitaan orang lain di anggap sebagai bagian dari cinta itu
sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme dasar
ke tertinggi prinsip-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian.
Adanya aspek belas kasih yang menganggap dimensi kuntitatif, seperti individu
belas kasih yang sering di beri milik kedalaman, kekuatan atau gairah. Lebih
kuat dari empati, merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan untuk
meringankan penderitaan orang lain. Hal ini sering, meskipun tidak pasti,
komponen kunci dalam apa yang memanifestasikan dalam konteks sosial. Dalam
etika istilah, berbagai ungkapkan bahwa usia yang disebut Golden Rule
mewujudkan oleh implikasi prinsip kasih sayang untuk orang lain apa yang anda
ingin mereka lakukan untuk anda.
Soal
1. Menurut kamus umum bahasa
Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta bahwa kasih sayang adalah.....
a.
rasa
sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik
hatinya
b.
kebijakan
satu diamana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang
lain di anggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri
c.
tindakan
yang benar – benar bedasarkan atas suka rela
d.
perasaan
sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang *
2. Tingkatan kemesraan dapat dibedakan
menjadi 3 berdasarkan umur, kecual...
a.
Kemesraan
dalam Tingkat Remaja
b.
Kemesraan
dalam tingkat kanak-kanak *
c.
Kemesraan
Manusia Usia Lanjut
d.
Kemesraan
dalam Rumah Tangga
3. Sikap kasih sayang merupakan
pertumbuhan dari....
a.
Cinta
*
b.
Kebahagian
c.
Rumah
tangga
d.
a,b,dan
c semua bener
4. perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan
suka kepada seseorang, merupakan pengertian kasih sayang menurut...
a.
C.
Kluckhon
b.
W.J.S.Porwadarminta
*
c.
W.R
Supratman
d.
Bambang
5. Cara menumpahkan belas kasihan
kepada anak yatim piatu bermacam-macam, antara lain:
a.
Kita
pungut disuruh kerja keras
b.
Kita
pungut, kita pelihara, disuruh kerja seringan mungkin dan tak usah disekolahkan
c.
Kita
sekolahkan, segala permintaannya kita turuti *
d.
A,
B, dan C salah semua
Daftar
Pustaka:
http://igedepraditya.blogspot.com/2012/05/manusia-dan-cinta-kasih.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar