Rabu, 12 April 2017

Penguat Video

A.    Penguat IF (Intermediate Frequency)
Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal output yang dihasilkan Tuner hingga 1.000 kali. Karena output tuner merupakan sinyal yang lemah dan sangat tergantung pada jarak pemancar, posisi penerima, dan bentang alam. Rangkaian ini juga berguna untuk membuang gelombang lain yang tidak dibutuhkan dan meredam interferensi pelayangan gelombang pembawa suara yang mengganggu gambar.
Penguat Video IF merupakan sebuah Band Pass Amplifier yang berfungsi untuk mempekuat frekwensi menengah atau IF (Intermediate Frequency) sinyal pembawa gambar yang berasal dari keluaran Tuner agar levelnya mencukupi untuk dideteksi oleh bagian video detektor. Untuk sistim PAL BG seperti di Indonesia spektrum frekwensi penguat video IF menggunakan center pada frekwensi 38.9Mhz untuk IF sinyal pembawa gambar (video carrier) dan 33.4Mhz untuk sinyal IF pembawa suara (sound carrier).


B.     Bagian penguat Video IF sangat penting karena menentukan kualitas-kualitas  seperti:
  • Sensitivitas penerimaan atau kemampuan menerima sinyal dari antena yang lemah tetapi tetap dapat memberikan kualitas gambar yang bersih dari noise.
  • Selektivitas penerimaan atau kemampuan untuk memisahkan gangguan dari chanel yang berdekatan.
  • Kualitas gambar atau kemampuan untuk memberikan detail (resolusi) gambar yang tajam.

C.    Rangkaian Detektor Vide
Sinyal video komposit dideteksi oleh detektor video dari sinyal IF gambar. Biasanya untuk rangkaian detektor video digunakan detector dioda. Rangkaian ini berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang keluar dari penguat IF gambar. Selain itu, rangkaian ini berfungsi pula sebagai peredam dari sinyal yang mengganggu karena apabila ada sinyal lain yang masuk akan mengakibatkan buruknya kualitas gambar. Salah satu sinyal yang diredam adalah sinyal suara.
Ada dua macam metode deteksi, pertama menggunakan detektor dioda dan yang lain digunakan detector pulsa sinkronisasi, ini diproduksi berkat perkembangan teknologi IC. Pada metode deektor sinkronisasi, pulsa sinkronisasi diambil dari pembawa IF gambar dan diberikan ke detector sinkronisasi. Sinyal output hasil deteksi akan keluar hanya bila diberikan pulsa sinkronisasi.



D.    AGC (Automatic Gain Control)
Sinyal gambar dimodulasikan menggunakan sistim AM (amplitudo modulasi). Oleh karena itu cacat amplitudo akan dapat menyebabkan gambar rusak. Penguat video IF dirancang agar keluaran dari sirkit video detektor adalah konstant sebesar 2v pp. Padahal kekuatan sinyal RF input yang diterima oleh antena berbeda-beda pada setiap stasiun pemancar.  Jika sinyal RF yang diterima antena terlalu kuat, maka dapat mnyebabkan sinyal keluaran melebihi 2v pp, dan hal ini dapat menyebabkan sinkronisasi sinyal gambar cacat atau hilang sama sekali karena terpotong (clipped). Untuk mencegah hal ini terjadi maka digunakan sirkit AGC, yang fungsinya adalah  untuk “mengurangi faktor penguatan” bagian penguat video IF jika sinyal RF yang diterima terlalu kuat, dengan tujuan untuk menjaga agar level keluaran sinyal video tetap terjaga konstan pada level 2v pp. AGC bekerja dengan sistim loop umpan balik tertutup, kuat lemahnya sinyal keluaran dari sirkit video detektor digunakan sebagai umpan balik untuk pengendalian faktor penguatan pada bagian IF amplifier dan Tuner.

Ø  Ada 2 macam sirkit AGC yang bekerja pada bgaian video IF :
  • IF AGC – Merupakan sirkit internal didalam ic video IF yang berfungsi untuk mengurangi faktor penguatan bagian sirkit penguat video IF.
  • RF AGC – Merupakan sirkit yang bekerja eksternal.  Jika penguatan bagian penguat video IF sudah minimal tetapi sinyal yang diterima masih terlalu kuat, maka akan bekerja eksternal AGC yang akan mengurangi faktor penguatan bagian penerima Tuner.


Ø  Ada beberapa tipe sirkit AGC
  • Average AGC (AGC rata-rata) – AGC diatur oleh level tegangan rata-rata sinyal video.Hasilnya kurang bagus, sebab dipengaruhi oleh besar kecilnya level sinyal video, padahal kuatnya sinyal RF antena tetap.
  • Peak level AGC – AGC diatur oleh besarnya level puncak sinyal sinkronisasi.Hasilnya lebih baik dari average AGC.
  • Delayed AGC – atau AGC yang ditunda. Artinya jika sinyal yang diterima masih lemah tidak terlalu kuat maka AGC belum akan aktip bekerja. AGC baru akan mulai bekerja jika sinyal yang diterima antena sudah melebihi level yang ditentukan.


E.     Apakah sistim penerima (receicer) Superheterodin itu ?
Penerima radio yang langsung memilih frekwensi yang diterima antena, memperkuat sinyal yang diterima dan kemudian langsung dideteksi dinamakan penerima “stright” atau penerima langsung. Sistim penerima seperti ini mempunyai banyak kelemahan antara lain karena kurang sensitif dan tidak selektif.
Sistim penerimaan yang dinamakan superheterodin diperkenalkan oleh Edwin Armstrong pada tahun 1918 untuk memperbaiki cacat penerima stright, dimana sistim ini hingga sekarang terus digunakan. Pada sistim superheterodin sinyal yang diterima antena dirubah dahulu menjadi frekwensi IF (frekwensi menengah) dengan menggunakan sirkit RF osilator dan mixer.

Besarnya frekwensi IF untuk penerima :
AM receicer 455/450Khz
FM receiver 10.7Mhz
TV receiver ada beberapa sistim yaitu 38.0/38.9/45.75/Mhz. Teve sistim PAL BG/DK menggunakan center frekwensi IF 38.9Mhz.
TV satelit receicer 70Mhz
Radar receiver 30Mhz
Komunikasi receiver dengan gelombang mikro 70/250Mhz




Kamis, 06 April 2017

Rangkuman Elektronika Telekomunikasi

Amplifier Linier, Amplifier kelas C dan Multipliers Frekuensi
Ada dua tipe dasar power amplifier digunakan dalam pemancar  yaitu Amplifier linier dan Amplifier kelas C.  Amplifier linier memiliki sinyal output yang identik dengan sinyal inputnya, atau dengan kata lain sinyal outputnya merupakan replika dari pembesaran sinyal input. Jadi, amplifier linier menghasilkan sinyal output dengan daya yang lebih besar dari pada sinyal inputnya.
Amplifier linier terdiri dari kelas A, AB, dan B. Kelas-kelas itu mengindikasikan bagaimana amplifier itu berbias. Penguat kelas A menjadi bias ketika berada di daerah aktif sehingga bekerja terus-menerus. Bias diatur sedemikian mungkin sehingga input memvariasikan arus collector untuk melebihi daerah linier transisitor. Kadang-kadang amplifier kelas A disebut dapat menghasilkan 360 derajat gelombang sinus masukannya. Kelas A sangat linier, tetapi sangat tidak efisien sehingga hanya menghasilkan penguatan daya yang kecil
Penguat kelas B menjadi bias ketika berada di daerah cut off, sehinga tidak ada arus collector mengalir dengan masukan nol. Transistor hanya mengerjakan setengah dari sinyal input, dengan kata lain amplifier kelas B hanya menghasilkan 180 derajat dari sinyal sinus masukan. Oleh karena itu, amplifier Kelas B biasanya terhubung dalam rangkaian push-pull dimana satu transistor menguatkan masing-masing setengah dari sinyal input (sinyal positif dan sinyal negatif).
Penguat kelas AB menjadi bias ketika berada di dekat daerah cut off dengan beberapa aliran arus collector. Amplifier kelas AB menghasilkan sinyal output lebih dari 180 derajat tetapi lebih kecil dari 360 derajat dari sinyal inputnya. Amplifier kelas AB menghasilkan linieritas lebih bagus dari pada kelas B, tetapi dengan efisiensi yang lebih rendah.
Penguat kelas C menjadi bias ketika berada melampaui daerah cut off. Amplifier kelas C bekerja untuk 90 derajat dan 180 derajat dari gelombang masukan. Amplifier Kelas B dan kelas C merupakan kelas yang paling efisien karena arus mengalir hanya untuk sebuah bagian dari sinyal input, tetapi kelas C adalah yang paling efisien. Tetapi diantara keduanya terdapat distorsi pada sinyal input, suatu teknik khusus digunakan untuk menghilangkan ditorsi tersebut. Seperti pada kelas B beroperasi dengan menggunakan rangkaian push-pull, dan kelas C menggunakan resonansi LC. Amplifier kelas C paling disarankan untuk digunakan diantara tipe RF amplifier lainnya, karena kelas C paling tinggi tingkat efisiensinya (diatas kelas A dan kelas B)

Ciri Khas Dari Rangkaian Receiver
Bagian terpenting dari sebuah system komunikasi adalah Receiver yang berada di paling depan dari system komunikasi . Pada bagian depan biasanya terdiri dari penguat RF, mixer dan rangkaian tuned .  Bagian tersebut merupakan bagian dari receiver yang berfungsi memproses sinyal masukkan yang sangat lemah.
Pada kebanyakan di rangkaian receiver komunikasi , penguat RF tidak digunakan karena kemampuannya yang hanya mampu untuk frekuesni yang rendah yaitu dibawah 100 MHz. Penggunaan RF amplifier pada frekuensi rendah  guna menaikkan sinyal amplitude  yang akan dimixing.
Bagian lain yang tak kalah penting  dari superheterodyne receiver  adalah penguat IF. Pilihan untuk menggunakan penguat IF  tergantung dari desain receiver yang akan digunakan. Untuk pemilihan penggunaan  penguat IF akan ada kompromi akan bagus pemilihan dan stabilnya, dimana dapat mendapatkan hasil terbaik pada frekuensi rendah dan penolakan good image  yang sangat bagus digunakan jika diaplikasikan ke frekuensi yang tinggi
Salah satu cara untuk berhadapan dengan sinyal yang besar adalah dengan menggunakan rangkaian AGC. AGC (Automatic Gain Control) adalah system umpan balik yang mengatur gain dari penerima tergantung dari sinyal amplitude yang diterima . hasil dari penggunaan AGC pada rangkaian receiver menghasilkan luasnya ruang lingkup penangkapan sinyal. Rangkaian AGC menerima sinyal dari output dari penguat IF maupun atau output  dari demodulator dan penyearah menjadi dc.
AFC ( Pengkontrol frekuensi otomatis) adalah  rangkaian dengan  sistem umpan balik yang mirip dengan AGC yang biasa digunakan pada frekuensi tinggi. Penggunaan AFC disebabkan untuk menjaga LO di frekuensi. Karena pada frekuensi dibawah 100 MHz, kestabilan oscillator terjadi permasalahan oleh karena itu penggunaan LO di superheterodyne receiver diperlukan.
Penerima dalam sebuah system komunikasi untuk menerima sinyal dari SSB atau CW (kode morse) yang mempunyai sebuah oscillator didalamnya yang berfungsi untuk mengembalikan informasi yang terpancar merupakan kegunaan dari sebuah rangkaian beat frequency oscilator (BFO). Ragkaian tersebut biasa dirancang dekat dengan IF dan diaplikasikan menuju demodulator bersama dengan sinyal IF yang berisi modulasi.

Jawaban Soal
Self-Test (Chapter 6)
1. oscillator
2. continuous-wave, CW
3. crystal oscillator
4. buffer
5. drivers
6. final
7. speech-processing
8. frequency multipliers
9. mixer
10. linear
11. class C
12. AM, SSB
13. class C
14. A, B, AB
15. 27
16. 360
17. true
18. push-pull
19. 90, 150
20. pulses
21. tuned or resonant circuit
22. 60, 85
23. harmonics
24. frequency multipliers
25. 2.3.4.5 = 120 ; 120 (1,5) = 180 MHz
26. 28 (1,8) = 50,4 W
Self-Test (Chapter 7)
42. 1,36
43. shot, transit-time
44. false
45. true
46. noise figure
47. microwave
48. 48,464
49. 49. distortion
50. 50. high
51. RF amplifier, mixer
52. true
53. gain, selectivity, noise
54. MESFET or GASFET, gallium arsenide
55. IF
56. tuned circuits
57. mutual inductance
58. under, over, optimum, critical
59. limiter
60. cutoff, saturation
61. collector current
62. 100
63. automatic gain control
64. IF
65. rectifier, IF amplifier or detector
66. decrease
67. increase
68. constant-current source
69. control gate
70. automatic volume control
71. diode detector
72. reduced
73. local oscillator
74. demodulator
75. voltage-variable capacitor
76. squelch
77. audio, noise
78. tone, squelch
79. SSB, CW

Rabu, 29 Maret 2017

Tugas1 algoritma dan pemrograman kasus teknik elektro

Nama ; Bagus Santosa
NPM ; 12414003
Kelas ; 3IB06

Flow Chart Prototipe Alarm Parkir Mobil dengan Ultrasonic



Penjelasan :

1.      memulai program.

2.      Inisialisasi untuk pengolahan data ke lcd

3.      Kemudian data di masuk melalui tx (transmitter) dengan memx

4.      masukan data inputan  = 1.

5.      Data akan di seleksi apabila pinnya yang keluar 0 maka data tidak akan keluar dan akan kembali ke proses  set pin tx enable = 1.

6.      Apabila proses data udah sesuai dengan angka masukan maka data akan ya, dan akan memulai kalkulasi jarak yang akan di tentukan.

7.      Proses inputan akan ditampilkan ke LCD.

8.      Memproses inputan jarak yang di input dengan hasil jarak = 51 cm

9.      Apabila hasil output = 51 cm maka buzzer tidak akan menyala

10.  Namun apabila hasil output lebih besar dari 51 cm maka akan diproses kembali untuk mendapatkan hasil yang sesuai

11.  Jika hasil output sesuai maka buzzer akan menyala flip flop.

12.  Apabila hasil kurang 10 cm maka buzzer akan menyala terus.

13.  Selesai mengakhiri sebuah program.

Rabu, 25 Januari 2017

Komunikasi Digital #vclass3

1.    Jelaskan tentang teknik encoding Polar!
Sinyal polar adalah elemen-elemen sinyal dimana salah satu logic statenya diwakili oleh level tegangan positif dan yang lainnya oleh level tegangan negatif. Jenis pengkodean polar menggunakan 2 (dua) buah level tegangan yaitu –V dan +V (tegangan positif dan negatif) untuk menyatakan data biner dengan nilai 0 dan 1.

NRZ-L (Non-Return to Zero Low)
Level +V digunakan untuk menyatakan data biner 0, sedangkan level tegangan –V digunakan untuk menyatakan data biner 1.

NRZ-I (Non-Return to Zero Inverted)
Representasi level –V atau +V menyatakan adanya perubahan data biner dari menuju logika 1. Artinya, setiap ada perubahan urutan data biner dari 0 ke 1 atau 1 ke 1, maka level tegangan akan berubah dari sebelumnya. Misalkan level sebelumnya +V maka perubahan bit 0 ke 1 atau 1 ke 1 menyebabkan levelnya menjadi –V dan sebaliknya jika level sebelumnya –V maka perubahan data biner dari 0 ke 1 atau 1 ke 1 menyebabkan levelnya berubah menjadi +V. Perubahan data dari 0 ke 0 dan 1 ke 0 tidak akan menyebabkan perubahan level tegangan.




RZ (Return to Zero )
Pengkodean saluran jenis Return to Zero (RZ) menggunakan level –V dan +V dengan transisi di pertengahan bit data biner. Data biner 0 dinyatakan dengan transisi dari level –V menuju 0V, sedangkan data biner 1 dinyatakan dengan transisi dari level +V menuju 0V. Contoh pengkodean saluran jenis RZ ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Manchester
Pengkodean Manchester menggunakan level –V dan +V dengan transisi ditengah-tengah bit data biner. Data biner 0 dinyatakan dengan transisi level tegangan dari +V menuju –V, sedangkan data biner 1 dinyatakan dengan transisi level tegangan dari –V menuju +V.

Differential Manchester
Pengkodean Differential Manchester merupakan modifikasi pengkodean Manchester, dimana letak transisi level tegangan dari –V menuju +V atau sebaliknya yaitu +V menuju –V dipengaruhi oleh data biner. Data biner 0 ditandai dengan transisi level tegangan terletak diawal interval data bit, sedangkan data biner 1 ditandai dengan transisi level tegangan terletak ditengah interval bit dari data.



2.        Jelaskan tentang teknik encoding Unipolar!
Encoding unipolar hanya menggunakan satu tingkat dari nilai 1 sebagai nilai positif dan 0 tetap menganggur. Sejak unipolar encoding baris memiliki salah satu daerah pada 0 Volts, itu juga disebut return to zero (RTZ) seperti yang ditunjukkan pada Gambar. Sebuah contoh umum dari unipolar pengkodean garis adalah tingkat logika 11'L digunakan dalam komputer dan logika digital.



3.      Jelaskan tentang teknik encoding Bipolar! 
Pengkodean bipolar yaitu pengkodean dengan menggunakan 3 (tiga) buah level tegangan yaitu –V, 0V, dan +V untuk menyatakan data biner.
Bipolar-AMI
Pengkodean Bipolar-AMI menggunakan level tegangan 0V untuk menyatakan data biner 0, sedangkan data biner 1 dinyatakan dengan level tegangan –V dan +V secara bergantian.

4.     Apakah yang anda ketahui tentang satelit?

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan waktu rotasi dan revolusi tertentu. Sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia, satelit adalah bintang siarah yang mengedari bintang siarah yang lebih besar, misalnya bulan yang mengedari bumi. Satelit dapat mengelilingi planet karena adanya gaya gravitasi planet. Ada dua jenis satelit yaitu satelit alami dan satelit buatan.

Satelit alami adalah benda-benda di luar angkasa yang bukan buatan manusia yang mengorbit suatu planet atau benda lain yang berukuran lebih besar dari pada dirinya, contohnya seperti Bulan. Bulan adalah satelit alami planet bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi bagi planet-planet yang mengelilingi sebuah bintang, ataupun sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, Akan tetapi jarang sekali digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami untuk matahari.

Satelit buatan adalah benda-benda buatan manusia yang beredar di ruang angkasa yang mengelilingi benda lain. Seperti misalnya satelit palapa yang mengelilingi bumi. Berikut di bawah ini beberapa contoh satelit buatan, diantaranya yaitu:
  • Satelit komunikasi adalah suatu satelit buatan manusia yang dipasang di ruang angkasa, bertujuan untuk telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Umumnya satelit ini menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe yang terbaru menggunakan satelit pengorbit bumi rendah.
  • Satelit astronimi adalah suatu jenis satelit buatan yang digunakan untuk mengamati galaksi, planet, dan benda luar angkasa yang lainnya.
  • Satelit pengamat Bumi adalah jenis satelit buatan yang dirancang khusus untuk mengamati bumi dari orbit, misalnya seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dan yang lainnya.
  • Satelit mata-mata adalah jenis satelit buatan pengamat bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau untuk mata-mata.
  • Satelit cuaca adalah jenis satelit buatan yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim di bumi.
  • Satelit tenaga surya adalah jenis satelit buatan yang diusulkan dibuat di orbit bumi tinggi yang memakai transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di bumi yang dapat dipakai untuk menggantikan sumber tenaga konvensional.
  • Satelit navigasi adalah jenis satelit yang menggunakan sinyal radio disalurkan ke penerima di permukaan tanah, yang bertujuan untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi.

5.    Sebutkan kelebihan dan kelemahan menggunakan jaringan satelit!

Kelebihan Satelit:
1. Satelit mampu memberikan koneksi dimana saja, karena satelit memiliki range yang sangat luas, dan juga satelit tidak memerlukan LOS ( line of sight ) untuk berkomunikasi tidak seperti BTS pada system komunikasi selular. Dan juga komunikasi menggunakan satelit tidak terpengaruh akan jarak.
2. Satelit memiliki jangkauan cukup luas, baik nasional maupun internasional. Jadi dengan satelit memungking komunikasi antar provinsi dalam suatu negara, maupun komunikasi antar negar.
3. Komunikasi dapat dilakukan secara point to point maupun ke banyak titik sekaligus secara broadcasting maupun multicasting.
4. Satelit menyediakan bandwidth lebar dan kecapatan akses bit yang tinggi.
5. Pemasangan stasiun bumi atau VSAT dapat dilakukan dimana saja asalkan masih dalam area cakupan dari satelit.
6. Satelit sangat ideal untuk daerah yang masih belum memiliki infastruktur telekomunikasi yang memadai karena satelit dapat menjangkau daerah tersebut asalkan daerah tersebut masih dalam daerah yang dapat dijangkau satelit.

Kekurangan Satelit :
1. Besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelite geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangka sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
2. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelite adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelite dan kembali ke bumi. Satelite geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
3. Satelit sangat sensitif cuaca dan curah hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan.
4. Pembuatan satelit memakan biaya besar. Up Front Cost satelit tinggi contohnya untuk Satelit GEO: Spacecraft, Ground Segment & Launch memakan biaya sekitar  US $ 200 jt, dengan asuransi: $ 50 jt.
5. Distance insensitive dimana biaya yang dikeluarkan untuk komunikasi jarak pendek maupun komunikasi jarak jauh relatif sama.
6. Satelit hanya akan efisien dalam memberikan keuntungan jika jumlah user besar dan kapasitas digunakan secara intensif.
7. Satelit menggunakan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
8. Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus.. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi.

Referensi


Rabu, 18 Januari 2017

Komunikasi Digital #Vclass2

Nama  : Bagus Santosa
NPM   : 12414003
Kelas   : 3IB06C

1. Apa yang anda ketahui tentang QAM (Quadrature Amplitudo Modulation)?
Quadrature Amplitudo Modulation atau QAM adalah suatu cara pentransmisian pada laju bit-bit yang lebih tinggi pada saluran/kanal dengan lebar pita yang terbatas. Sebagai contoh penggunaan kumpulan sinyal QAM 16 titik memungkinkan 9600 bit/detik ditransmisikan pada saluran telepon dengan lebar pita 2700 Hz. Dalam kasus tersebut empat digit biner yang berurutan harus disimpan dan dikodekan kembali sebagai salahsatu dari 16 bentuk sinyal yang ditransmisikan. Sinyal-sinyal yang dihasilkan dinamakan sinyal modulasi amplitudo kuadratur (QAM). Sinyal ini dapat ditafsirkan sebagai modulasi amplitudo multitingkat yang diterapkan secara bebas pada setiap dua pembawa kuadratur.

2. Jelaskan tentang 4-QAM ( 1 amplitude, 4 phases)?
QAM 4 keadaan merupakan teknik encoding M-er dengan M=4, dimana ada empat keluaran QAM yang mungkin terjadi untuk sebuah frekuensi pembawa. Karena ada 4 keluaran yang berbeda, maka harus ada 4 kondisi masukan yang berbeda. Karena masukan sinyal digital ke QAM modulator adalah sinyal biner, maka untuk memperoleh 4 kondisi masukan yang berbeda diperlukan lebih dari satu bit masukan. Dengan memakai 2 bit masukan, maka diperoleh 4 (22) kondisi yang mungkin : 00, 01, 10, 11 data masukan biner digabung menjadi kelompok dua bit. Masing masing kode bit menghasilkan salah satu dari 4 keluaran yang mungkin.



3. Jelaskan tentang 8-QAM (2 amplitudes, 4 phases)?
QAM 8 keadaan adalah teknik encoding M-er dengan M=8. Dengan QAM 8 keadaan keluaran yang mungkin untuk satu frekuensi pembawa. Untuk memperoleh 8 kondisi masukan yang berbeda maka data masukan biner digabung menjadi tiga kelompok bit yang disebut TRIBIT (23 = 8). Masing –masing kode tribit menghasilkan salah satu keluaran yang mungkin. Masukan bit serial mengalir ke pembelah bit dimana mengubah ke bit paralel, menjadi keluaran tiga kanal (kanal I atau kanal ‘in-phase’, kanal Q atau ‘in quadrature’, dan kanal C atau ‘kontrol’). Sehingga laju bit pada masing –masing kanal menjadi sepertiga laju data masukan (fb /3). Bit kanal I dan C menuju konverter kanal I dan bit di kanal Q dan C menuju conventer kanal Q. Conventer ‘2 to 4 level’ adalah DAC (digital to analog conventer) engan masukan paralel masukan 2 bit, ada 4 tegangan keluaran yang mungkin. Bit kanal I atau Q menentukan dari polaritas dari keluaran, sinyal analog PAM (logika 1 = +V dan logika 0 = –V ). Sedangkan bit kanal C menentukan besarnya (logika 1= 1,307 V dan logika 0 = 0,541 V), karena bit kanal C sama sebagai masukan converter kanal I dan Q, maka besar sinyal kanal I dan Q selalu sama.


Referensi :

https://en.wikipedia.org/wiki/Quadrature_amplitude_modulation 
Kusmaryanto Sigit, Teknik Modulasi Quadrature Amplitude Modulation


Rabu, 11 Januari 2017

Komunikasi Digital #Vclass1

1.     Sebutkan dan jelaskan macam-macam saluran komunikasi yang sekarang ini umum dipakai ?
Jawab:
a. Media antar pribadi (Interpersonal), adalah media yang memungkinkan para pihak yang berkomunikasi dapat berkomunikasi secara langsung, baik dengan tatap muka (contohnya: percakapan antar individu, diskusi dalam kelompok kecil, pertemuan di dalam maupun di luar ruangan), atau dengan menggunakan alat (contohnya: melalui telepon, chating lewat internet, dan menggunakan teleconference,dll).
b. Saluran media massa, adalah segala bentuk media masa (media cetak, media elektronik, dan multimedia) yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkomunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan mereka. Yang termasuk dalam media cetak adalah surat kabar, tabloid, majalah, jurnal ilmiah, poster, leaflet, serta brosur. Media elektronik dapat berbentuk audio suara (contohnya: radio, tipe recorder dan CD), atau audio visual (contohnya: film, TV, VCD, Proyektor). Serta multimedia merupakan segala bentuk produk media (cetak dan audio visual) yang digabungkan dalam satu paket media komunikasi.
c. Internet, merupakan suatu alat media yang sekarang ini umum dipakai. Internet merupakan salah satu produk TIK yang paling maju saat ini. Dahulu internet hanya dapat digunakan oleh kalangan dan dengan komponen tertentu saja. Tetapi saat ini orang yang dirumahpun bisa terhubung internet dengan modem.

2.  Jelaskan ciri atau spesifikasi Frequency Shift Keying (FSK) dan Binary Frequency Shift Keying (BFSK) ?
Jawab: 
a. Frequency Shift Keying (FSK)
Frequency Shift Keying (FSK) atau pengiriman sinyal melalui penggeseran frekuensi. Metode ini merupakan suatu bentuk modulasi yang memungkinkan gelombang modulasi menggeser frekuensi output gelombang pembawa. Modulasi FSK adalah modulasi FM, hanya disini tidak ada bermacam-macam variasi/deviasi ataupun frekuensi, yang ada hanya 2 kemungkinan saja, yaitu More atau Less (High atau Low, Mark atau Space). Tentunya untuk deteksi (pengambilan kembali dari kandungan Carrier atau proses demodulasinya) akan lebih mudah, kemungkinan kesalahan (error rate) sangat minim/kecil. Umumnya tipe modulasi FSK dipergunakan untuk komunikasi data dengan Bit Rate (kecepatan transmisi) yang relative rendah, seperti untuk Telex dan Modem-Data dengan bit rate yang tidak lebih dari 2400 bps (2.4 kbps).

b. Binary Frequency Shift Keying (BFSK)
BFSK adalah bentuk paling umum dari FSK. Dengan BFSK, pusat atau frekuensi pembawa digeser oleh sinyal input biner. BFSK umumnya digunakan hingg 1200 bps, BFSK juga umum digunakan untuk transmisi radio befrekuensi tinggi (3-30 MHz). Bahkan, BFSK juga dapat digunakan pada frekuensi yang lebih tinggi pada local area network yang menggunakan kabel koaksial. Sebuah sinyal yang lebih efisien bandwidth, tetapi juga lebih rentan terhadap kesalahan adalah multiple FSK (MFSK). Di mana, lebih dari dua frekuensi yang digunakan.

3.    Jelaskan  tentang  Pulsa Code Modulation ?
Jawab:
Pulse Code Modulation (PCM) / Modulasi Kode Pulsa, merupakan salah satu teknik memproses suatu sinyal analog menjadi sinyal digital yang ekivalen. Proses-proses utama pada sistem PCM, diantaranya Proses Sampling (Pencuplikan), Quantizing (Kuantisasi), Coding (Pengkodean), dan Multiplexing. 
1). Sampling adalah : proses pengambilan sample atau contoh besaran sinyal analog pada titik tertentu secara teratur dan berurutan.
2). Kuantisasi : Proses menentukan segmen-segmen dari amplitudo sampling dalam level-level kuantisasi. Amplitudo dari masing-masing sample dinyatakan dengan harga integer dari level kuantisasi yang terdekat.
3). Coding : proses mengubah (mengkodekan) besaran amplitudo sampling ke bentuk kode digital biner.
4). Multiplexing : dari banyak input menjadi satu output. Dengan fungsi untuk penghematan transmisi menjadi dasar penyambungan digital.

4.    Jelaskan tentang jaringan satelit, sebutkan kelebihan dan kekurangan jaringan satelit?
Jawab:
Satelit adalah suatu Station Relay atau Repeater gelombang microwave yang diorbitkan di angkasa, berfungsi untuk menerima, memperkuat atau mengulangi sinyal radio dengan bidang frekuensi tertentu dari bumi setelah diperkuat dan diubah ke bidang frekuensi yang berbeda. Satelit memerlukan orbit Geo-stationary, tinggi 35,784 km. Komunikasi satelit mirip dengan line-of-sight microwave (transmisi mengikuti garis lurus/LoS), hanya saja salah satu stasiunnya, yaitu satelit, mengorbit di atas bumi. Satelit berfungsi seperti antena dan repeater yang sangat tinggi. Sebagai repeater, berfungsi untuk menerima signal gelombang microwave dari stasiun bumi, ditranslasikan frequensinya, kemudian diperkuat untuk dipancarkan kembali ke arah bumi sesuai dengan coveragenya, seperti lokasi stasiun tujuan atau penerima.

Kelebihan Jaringan Satelit diantaranya:
  • Cakupan yang luas. Bisa satu Negara, satu wilayah, satu daerah ataupun satu benua,
  • Bandwith yang tersedia cukup lebar,
  • Instalasi jaringan segmen bumi yang cepat,
  • Biaya relative rendah per-site,
  • Area coverage yang luas, jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global, bahkan dapat mencapai setengah dari permukaan bumi,
  • Dapat Koneksi dimana saja. Tidak perlu terjadi LoS (Line of Sight) dan tidak ada masalah dengan jarak, karena garis lurus transfer data ke arah luar bumi jadi tidak terhalang oleh bangunan – bangunan/ letak geografis bumi,
  • Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting,
  • Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice (PABX), video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar dengan menyewa pada provider saja,
  • Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP/ NAP router,
  • Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi,
  • Media transmisi satelite (VSAT) tidak akan bertabrakan dengan VSAT yang lain karena memiliki orbit masing – masing yang bersifat unik, jadi tidak mungkin sama. Sedangkan pada wireless, bisa saja terjadi tabrakan frekuensi dengan pengguna wireless yang lain atau frekuensi di daerah tersebut sudah penuh sehingga mengalami kesulitan.
Kekurangan Jaringan Satelit diantaranya :
  • Dalam hal keamanan, yaitu transmisi data sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui udara terbuka,
  • Harga relatif mahal karena harga peralatan yang mahal,
  • Memakan tempat, terutama untuk piringannya/antenanya,
  • Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi,
  • Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Dan juga, media transmisi satelite rentan terhadap cuaca, debu meteor/debu angkasa, dan keadaan cuaca lainnya,
  • Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik head-end/teleport maupun ground-segment biasa,
  • Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.



Selasa, 08 November 2016

Tugas 4 Ekonomi Teknik

1.     Internal Rate of Return (IRR)
Internal  Rate of  Return (IRR) adalah metode perhitungan investasi dengan menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa datang.

Contoh:
Sebuah proyek dengan investasi sebesar Rp. 20.000.000,- dan akan memberikan pemasukan setiap tahunnya sebesar Rp.4.900.000,- berlangsung selama 5 tahun. Berapa IRR dari proyek tersebut?
Jawab :
PV penerimaan/PV biaya =1
4900000(P/A; i%, 5)/20000000 =1
(P/A; i%; 5) = 20000000/4900000
(P/A; i%; 5) = 4,0816
IRR      = 7% + ((4,1002-4,0816)/(4,1002-4,0459)) x (7,5% – 7%)
= 7% + (0,0816/0,0543) x (0,5%)
= 7% + 0,3425 x (0,5%)
= 7% + 0,17%
IRR      = 7,17%

2.     NPV (Net Present Value)
NPV (Net Present Value) adalah selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor. Dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasional, dan pemeliharaan, serta perkiraan manfaat/ benefit dari proyek yang direncanakan.

Contoh:
A pada hari ini mendapat pinjaman dari B sebanyak Rp 100 juta yang ingin saya investasikan selama satu tahun. Ada 3 pilihan bagi saya untuk menanamkan uang saya tersebut, yaitu :
1. Deposito 12 bulan dengan bunga 8%/thn,
2. Beli rumah lalu dikontrakkan Rp 10 jt/thn untuk kemudian semoga bisa dijual di akhir tahun dengan harga Rp 150 juta,
3. Beli emas sekarang dan dijual akhir tahun.
Agar dapat lebih mudah memilih investasi yang paling menguntungkan, A ingin tahu berapa sih nilai sekarang dari hasil investasi untuk masing-masing pilihan? Atau dengan kata lain, berapa rupiahkan uang yang akan A terima dari masing-masing pilihan investasi seandainya hasil investasi tsb A terima sekarang, bukannya satu tahun kedepan?NPV digunakan untuk menjawab pertanyaan ini.
NPV merupakan hasil penjumlahan PV pengeluaran untuk investasi dan PV penerimaan dari hasil investasi.
Rumus untuk menghitung Present Value adalah :
PV = C1 / (1 + r)
Dimana C1 = Uang yang akan diterima di tahun ke-1.
r = Discount rate/ opportunity cost of capital.
Tingkat pengembalian/hasil investasi (%) dari investasi yang sebanding.
Sedangkan rumus untuk menghitung NPV adalah :
NPV = C0 + ( C1 / (1 + r))
Dimana C0 = Jumlah uang yang diinvestasikan (karena ini adalah pengeluaran, maka menggunakan bilangan negatif).
Untuk menghitung NPV Deposito, saya menggunakan discount rate (r) sebesar 4 %. Angka ini saya ambil dari tingkat bunga tabungan.
Jadi ,
NPV Deposito = (-100 jt) + (108 jt / ( 1 + 0,04 ))
= (- 100 juta) + 103,85 juta
= 3,85 juta
Untuk menghitung NPV Rumah, saya gunakan discount rate 12 % untuk mengakomodasi tingkat risiko.
NPV Rumah = (- 100 jt + 10 jt) + (150 jt / ( 1 + 0,12))
= ( - 90 jt) + 133,93 jt
= 43,93 jt
Untuk menghitung NPV Emas, discount rate-nya 0 %, karena emas meskipun berfungsi sebagai store of value / alat penyimpan kekayaan, emas tidak memberikan hasil.
NPV Emas = (- 100 jt) + ( 100 Jt / (1 + 0,00))
= 0 jt
Untuk berikutnya mari ita coba menghitung harga emas 10 tahun kemudian:
Harga Oktober 1998 adalah USD 300/oz dan harga Oktober 2008 adalah USD 900/oz.
Dengan penghitungan sederhana, saya peroleh rata-rata kenaikan harga emas adalah 20%/thn.
Jadi penghitungan ulang untuk NPV Emas adalah :
NPV Emas = ( -100 jt) + (120 jt / (1+0,00))
= (- 100 jt) + 120 jt
= 20 jt